Usaha dan Berani Gagal; Cacatan Kecil Sang Da’i Kondang
April 3, 2007
Ahad kemaren (01/04/07) , aku sengaja mengunjungi rumah luthfi, gak ada alasan lain kesana, hanya sekedar untuk ngambil sandalku yang sempat di gosop oleh Busyro. Namun kenyataan lain, sandalku tidak ada dan Busyropun entah kemana dan yang ada hanyalah Luthfi dan Jawwada.
“Luth mau kemana?”, Tanyaku.
“Ke Wisma yuk, lihat Busyro lomba pidato, sekarang dia tampil”. Ajaknya
“Ok, aku ganti kostum dulu ya..”.
Kami bertiga meluncur ke wisma. Merasa menunggu bus lama dan takut terlambat menyaksikan Busyro berpidato, kami sepakat naik taxi.
“Kita panggil peserta no delapan, Saudara Busyro”. Panggil sang pembawa acara. Read the rest of this entry »