Semangatku (Diari Mir’atul Husna Bag. 4/finish)
Agustus 6, 2007
Aku berusaha terus menghadapi hari-hariku, meski awalnya terasa berat, namun aku harus terus dan tetap bertahan. Bagaimanapun juga, Mesir, Kairo dan Al-Azhar sudah menjadi impianku sejak dulu. Yang masih teringat betul adalah rasa antusiasku mengetahui ke-Mesira-an dan Ke-Azhara-an hingga aku selalu menyempatkan diri kirim sms ke beberapa temanku di Mesir saat itu.
Kini, Al-Azhar sudah mulai aktif, akupun mulai sibuk mengurus segala sesuatu, mulai dari kartu mahasiswa hingga visa student yang diberikan secara cuma-cuma namun begitu ribet mengurusinya. Buku-buku pelajaran yang telah aku belipun harus sesegara mungkin aku pelajari, pahami dan hafalkan hingga selesai. Kini aku jarang lagi jalan-jalan dengan lek Aan, namun ketika aku bimbingan ke rumahnya, sesekali aku juga masih melihatnya.
Udara kairo semakin terasa dingin, jaket tebal yang aku gunakan kadang masih tertembus udara dingin yg masuk pori-poriku. Meski dingin, aku harus tetap berangkat ke kampus. Aku tidak boleh sampai melewatkan presentasi dosenku.
Atas hari-hari pertamaku di kairo, hanya bias sedikit aku kenang, meski hanya sebagai catatan kecil, namun aku yakin itu akan berharga kelak.