Kejutan
September 17, 2007
Summer Tour 2007 Vacation To Indonesia (Part 1)
Setelah kegiatan Kenduri Agustusan PCI NU Mesir berlalu, tugasku dilanjutkan membuat laporan tiga bulanan PCI NU Mesir dan merevisi buku profil PCI NU Mesir 2006-2008. Hingga semuanya kelar, baik draft rapat setebal 22 halaman, buku profil juga telah tercetak hingga menunggu saat-saat pelaksanaan rapat gabungan.
Rabu, 29 Agustus 2007 Kira-kira pukul 14.00 aku mendapat telpon di ponselku dari travelku kalau semua penerbangan teluk dari Cairo ke Jakarta tanggal 30 tidak ada seat, sehingga terpaksa harus ditunda. Memang sejak awal aku telah memesan penerbangan pada tanggal 30 Agustus. Aku mencoba berunding dengan travelku, dan nampaknya tidak bisa namun dia berusaha terus supaya aku bisa pulang tanggal 30 Agustus ini. Sekitar pukul 15.00 aku kembali mendapat telpon kalau tiketku sudah OK tanggal 30, ya.. aku bisa sedikit senyum akhirnya. Tak lama, kembali travelku menelpon kalau pesawatku Singapore Airline dan terbang pukul 00.10 Cairo Lokal Time. Spontan saja aku kaget dan membuatku luar biasa kelabakan. Ya bayangin aja, jam 3 sore dapat kabar, sedang harus ke airport jam 9 malam. Kontan saja segala urusan menjadi semrawut. Mira pun aku paksa datang kerumah untuk mengemas bajuku, sedang aku sibuk kesana kemari ngurus passportku di KBRI juga mencari sesuatu yang hendak dibawa pulang. Yach gak kebayang deh pokoknya hari itu….
Hingga semuanya berlalu… tepat pukul 9 malam aku meninggalkan rumahku menuju New Cairo International Airport. Beberapa temanku juga ikut mengantarkan, termasuk saudaraku, Mira. Pukul 11 malam aku masuk ruang tunggu, terlihat hanya aku satu-satunya pelajar Indonesia yang pulang dengan Singapore airline malam itu, hingga untuk mencari teman ngobrol saja susah.
Sebelum aku take off, aku menyempatkan diri menelpon ke beberapa temanku, sekedar say goodbye ke mereka yang rata-rata belum tahu akan kepulanganku malam ini. Juga aku sempat sms ke ortu yang di Indonesia, namun tidak kunjung di balas. Anyway, nanti kalau tidak ada yang jemput aku akan naik taksi kerumah. Batinku.
Tiga belas jam bukanlah waktu yang sebentar, namun perjalananku kali ini memang terasa cepat sekali sebab aku tak sempat punya banyak waktu untuk siaga alias aku banyak tidurnya selama di pesawat hingga sejam sebelum landing aku baru terbangun. Itupun dibangunkan oleh pramugari, hehehe.
Di Singapore aku sempat transit sebentar, yach… kurang lebih hampir dua jam. Dari pintu turunnya pesawat sampai ruang transit ternyata lumayan jauh juga, rasanya seperti mengelilingi dari ujung hingga ujung Changi International Airport namun bagitu tak begitu menjadi soal, sebab kalau aku lelah jalan, aku memilih escalator. Di ruang tunggu aku sempat memainkan laptopku, dan ternyata ada fasilitas free wireless connection dan terpikir di benakku untuk menghubungi ibuku kembali namun aku rasa tidak mungkin. Temanku di Gtalk waktu itu yang online adalah Daniyal sehingga hanya dia harapanku untuk menyambungkan ke ortuku yang di Jakarta kalau aku selama dua jam kedepan sudah sampai di Jakarta.
Ternyata benar, menurut penuturan ibuku, ibuku tidak mengetahui akan kepulanganku. Setelah di sms oleh Daniyal, seakan ibuku tidak percaya kalau aku pulang sehingga dia berkali-kali menghubungi no ponselku (Vodafone) namun selalu gagal. Ya… karuan saja, nomorku roaming, hanya bisa nerima dan ngirim sms. Namun setelah dijelaskan oleh Mira dan Daniyal, ibuku baru yakin.
Dan kembali suasana dan aroma khas Indonesia aku rasakan. Yah.. tepat pukul 20.00 aku berlalu meninggalkan Cengkareng International Airport bersama orang tuaku yang telah menjemputku.