Jamu Teko Loro Lungo
September 20, 2007
Summer Tour 2007 Vacation To Indonesia (Part 3)
Antrian panjang pada loket pemesanan kereta api di stasiun Jatinegara sudah bias aku bayangkan, padahal lebaran masih sebulan lebih. Dan ternyata memang benar, menurut ayahku antrian panjang sekali, hari yang aku pesanpun telah habis sehingga di tunda keesokan harinya. Selidik demi selidik, ternyata penumpang ramai karena menghadapi puasa yang mana ada tradisi tersendiri bagi sebagian orang yang pergi berziarah ke makam orang tuanya yang telah meninggal sehingga sebagian orang berbondong-bondong kembali ketanah kelahirannya.
Gajayana Express yang mengantarkanku menuju kota Kediri, berangkat dari stausiun gambir pukul 16.32 dan sampai di stasiun Kertosono pukul 06.00 pagi. Waktu yang cukup lama memang, namun itu masih mending jika dibanding dengan kereta ekonomi atau menggunakan transportasi bus.
Suasana bahagia dan sambutan yang ramah ketika aku dating dan sungkem dengan nenekku dan beberapa family yang lain. Ada satu hal yang tidak pernah ketinggalan ketika aku baru dating, yaitu suguhan special, suguhan itu bukanlah makanan has atau minuman penyegar, tapi segelas jamu tradisonal yang terdiri dari temu ireng (semacam kunyit tapi pahit) dan kunyit yang telah diambil sarinya sehingga rasanya pahit-pahit gimana gitu…. Ya… itu semua dilakukan nenekku supaya aku menjadi lebih fresh minimal untuk menghilangkan penyakit dan virus dalam tubuhku. Memang terbukti setelah aku meminum jamu tersebut, nafsu makanku menjadi lebih.
Belum hilang rasa lelahku, adik sepupuku mengunjungiku dan langsung mengajak keluar, ironisnya dia malah mengajak ke kota blitas, karuan saja aku tolak lantaran kondisi tubuhku yang masih capek. Sehingga dari pada aku memaksakan diri dan akhirnya aku jatuh sakit kan lebih berabe nanti.
Hari-hariku di Kediri lebih banyak aku fokuskan untuk mengunjungi familiku, termasuk nenekku yang dari ibu. Selain itu juga ke beberapa temanku saat aku kursus di Pare. Ada satu hal disini yang sebenarnya menjadi agenda utama malah tidak dilaksanakan, yaitu pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi/Driving Licency) lantaran sudah tidak bisa nembak alias jalur cepat. Sedangkan beberapa agenda yang lain alhamdulillah terlaksana, seperti tugas-tugas sosial dan lainnya.
Ada lagi yang menarik ketika aku hendak memesan tiket untuk pulang menuju Jakarta. saat itu, di depanku ada seorang paruh baya sedang memesan beberapa tiket, dan ketika dia telah selesai giliranku. Direncanakan aku akan pulang pada tanggal 13 September 2007 atau tepatnya awal puasa Ramadlan tahun ini namun adik sepupuku “ngeyel” meminta aku pulang pada hari berikutnya hingga terjadi kegaduhan kecil atas ulah kami. Orang-orang seisi ruanganpun ikut komentar dan sialnya lebih mendukung sepupuku, wal-hasil aku ngikut pendapat jumhur dan saat itu sepupuku bilang kalau
“lama gak ketemu dan jarang-jarang bisa kumpul gak usah buru-buru pulang”.
Kemudian sang ibu yang duduk di kursi tunggu sambil membereskan tiketnya bertanya;
“memang tinggalnya dimana nak?”
“Dia rumahnya di Jakarta namun tinggalnya di Mesir dan kuliah disana, sedang saya di Emirates, sehingga jarang sekali bisa bertemu”. Jawab adik sepupuku.
Karuan saja kami menjadi perhatian orang seisi ruangan, termasuk petugas tiket tadi karena ibu tadi langsung menghampiri dan bertanya-tanya kepadaku tentang dunia perkuliahan di Mesir, terutama di Al-Azhar karena dia berkinginan anaknya bisa kuliah disana. Orang-orang yang ada di ruangan itupun antusias mendengarkan penjelasanku hingga ruang pemesanan tiket berubah menjadi ruang informasi ke-Al-Azhar-an.
September 26, 2007 at 8:46 am
jadi sekarang lagi mudik ya, an… melepas kangen, alias nggolek jamu ya… met puasa juga ya…
Oktober 8, 2007 at 12:13 am
Here comes the young the new generation You are the only ones,
who can make a change.
selamat berpuasa,, cepet balek ke Kairo.. sahabat dan masa depan menantimu!!
Oktober 8, 2007 at 1:47 pm
cepet balik ke Kairo… jangan lupa bawa buku yang bagus2, kalau perlu bawa novel juga. Oh iya… rokok indonesia jangan lupa! Kita sama tingkat 2 sekarang! Tahun depan kita harus sama2 jayyid jiddan. OK!!
Kalau ketemu keluargaku jangan lupa jaga nama baikku di sini. jangan ceritain aku kalau merokok. An, aku sekarang tambah rajin membaca: minimal 5 jam sehari. Terserah apa yang mau kubaca. Pokoknya baca!