Back to Home
Februari 21, 2008
Setelah beberapa bulan absen pada rumah yang satu ini, kini aku ingin sedikit bercerita tentang beberapa kejadian menarik yang sempat aku alami dan bahkan sulit aku lupakan dan kalau boleh aku jujur, sebenarnya banyak sekali yang ingin aku tuangkan, namun karena telah berlalu hingga yang teringat hanyalah beberapa kejadian saja.
Pada perayaan iedul Adha 1428 H kemaren. Seperti biasa aku mengikuti prosesi sholat ied di masjid Assalam yang telah ditentukan oleh pihak KBRI khusus untuk warga Indonesia, baik pelajar, mahasiswa, staf KBRI maupun para TKI yang berada di Mesir. Prosesi sholat ied kali ini tidak ada yang istimewa, namun aku berusaha bagaimana agar prosesi ini bisa memberi kesan tersendiri bagiku. Sengaja aku memakai baju khas Indonesia lebih tepatnya khas santri salaf. Dengan memakai sarung batik, baju batik dan kopyah hitam aku berangkat ke masjid. Saat selesai sholat, aku dan beberapa kawan-kawan ngobrol dihalaman depan masjid, sambil bersalam-salaman. Karuan saja mereka yang menjumpaiku melempar sebuah guyonan kecil, ada yang menyebutku pak kyai, mbah yai, kang santri, kyai khos NU sampai mbah mudin dan pak calak. Wah bukannya aku ke GR an ketika menjadi perhatian banyak orang, namun memang kenyataanya begitu hingga saat kami beramah tamah dengan Mang Cecep, ketua PCIM Mesir dan para fungsional Muhammadiyah serta jajaran syuriah PCINU Mesir yang tak henti-hentinya membahas kostum yang aku kenakan. Hingga saat aku pulang, dijalanpun masih menjadi bahan guyonan oleh teman-teman yang kebetulan jalan bareng.
Tidak hanya itu saja, sewaktu pelaksanaan acara qurban dan tasyakuran yang diselenggarakan oleh PCINU Mesir kembali aku ulangi, namun aku sedikit formal karena cuaca yang dingin sehingga aku memakai celana seperti biasa.
Ujian term I musim dingin kali ini benar-benar terasa dinginnya, bahkan ada yang mengatakan suhu udara pernah mencapai 0 derajat, yang tragis adalah saat aku berangkat ke kampus. Biasanya aku berangkat sedikit lebih pagi sekitar jam 7 pagi, namun pada hari ke 4 aku berangkat sedikit telat karena tunggu menunggu teman yang lain sehingga jam 8.15 aku baru keluar rumah dank arena panic, saat itu asal ada bus, akan kami naiki. Penuh sesak hingga untuk menaruh tubuhku yang kecil ini saja susah sehingga harus bergelantungan di pintu dan menghadap ke depan padahal saat itu sangat dingin sekali. Aku baru bisa masuk kedalam setelah berlalu sekitar 7 KM. yah bisa di bayangkan betapa mengenaskannya hari itu…..
Sekarang…… atas halamanku ini, aku ingin merubah sedikit tentang wajah dan isi, semoga berkenan bagi para fans-fans ku… kwakaka kwukakak.
Kairo, 21 Februari 2008