Islam; Bukan Kanan Atau Kiri

Februari 21, 2008

Menarik sekali mengikuti materi dakwah yang dibawakan oleh Ust. Fakhruddin Aziz, Lc. Dpl. pada orientasi anggota baru PCINU Mesir yang diselenggaran di wisma nusantara kemarin. Ada banyak hal penting yang perlu digaris bawahi dalam materi dakwah tersebut mulai dari penguasaan materi dakwah hingga penyampaian materi dakwah yang menyesuaikan audien dan sebagainya sehingga pada kesimpulannya bahwa Islam adalah agama yang benar-benar mampu mengikuti keadaan dan tempat dengan bahasa ringannya adalah Islam rahmatan lil ‘alamin yang selalu lentur dan tidak ada keterpaksaan didalamnya.

Nah, kemudian ada sebuah pertanyaan menarik yang dari audien yang menanyakan apakah Islam kanan dan kiri itu? Sebuah pertanyaan yang menggelitik namun sangat penting bagi kita untuk memahami supaya tidak terjebak dalam sebuah opini dan pendapat kelak. Sedang jawaban yang diberikan pun cukup menarik. Islam ya islam, tidak ada kanan maupun kiri.

Berbicara mengenai adanya pendapat Islam kanan atau orang lebih suka menyebutnya dengan bahasa Islam puritan yang hanya menerima pendapat Qur’an dan Sunnah dan Islam kiri atau liberal, plural dan sebagainya yang mencoba mengadopsi dari sebuah budaya sehingga al-Qur’an pun dikatakan hasil dari sebuah produk budaya menjadikan al-Qur’an perlu dikritisi dan sebagainya sehingga hal ini menjadikan sebuah keambiguan tersendiri dalam masyarakat, yang lebih parah lagi adalah adanya takfir (pengkafiran) atas sesama Islam. Dari sini perlu kita bedakan antara Islam (agama atau dien) dengan pemikiran Islam (al-fikr al-Islami), dan pemikiran agama (al-fikr al-dien).

Kemudian apa yang dimaksudkan dengan Al-fikr al-Islami? Sebuah pendapat mengatakan bahwa pemikiran tentang konsep-konsep ke-Islam-an yang masih bisa di perbaharuai atau dilakukan ijtihad seperti menyentuh perempuan dalam hal membatalkan sholat dan lain sebagainya

Sedang Islam, sebagaimana jawaban tadi, adalah agama yang diturunkan oleh Allah kepada nabi Muhammad SAW dan ummatnya yang mempunyai rukun iman 6 yaitu iman kepada Allah, Malaikat hingga qodlo’ dan Qadar dan rukun islam 5 yaitu Syahadat hingga haji ke baitullah (bagi yang mampu) dan tidak membedakan kanan atau kiri. Termasuk juga diantaranya tentang ketentuan-ketentuan yang sudah pasti (qoth’i) seperti pelaksanaan waktu shalat, haji dan lain sebagainya.

Anyway, Selagi kita masih percaya dan mengamalkan dua rukun diatas dengan benar, maka kita adalah muslim mungkin bagi saya yang membedakan adalah Islam beneran dan islam yang hanya dalam tertuang dalam KTP.

Leave a Reply