Photho disamping kiri ini adalah suasana saat ngafe dengan para alumni rumah Bawwabah, tepatnya waktu serumah bareng Fakhruddin Aziz.
Reuni?!, iya kali, namun kemaren kita tidak ada niatan reuni rumah, melainkan justru ngobrol bareng untuk dikenang kembali 10 tahun mendatang, sebab Mas Aziz dalam beberapa hari ini akan meninggalkan Kairo untuk selama.
“Katib Syriah PCINU Mesir dimutasi ke PCNU Jepara” tulis Rois Syuriah, Fadlolan Musyaffa’, MA menurut Mas Aziz. Bagi Mas Aziz, mutasinya dia bukanlah seperti mutasi yang dilakukan kebanyakan orang, sebab ketika saya mencoba mendesak, rencana apa yang akan di kerjakan setibanya di Jepara, Mas Aziz tidaK Memberikan jawaban, justru malah dia bilang “di Kairo kita mancing lele bisa dapat teri, di Indoneisia, kita mancing lele bisa dapat kakap, atau sebaliknya”. Intinya, Mas Aziz malam itu tidak bisa memberikan gambaran tentang langkahnya yang akan dikerjakan di Indonesia.
Tobroni, Faizin, Luthfi, Mas Aziz dan Saya dulu pernah serumah bersama hingga ketika kita sudah sama-sama pisah karena tragedi 3 bulan yang lalu, sosok dedengkot PCINU Mesir ini masih sering ntraktir kita-kita untuk kumpul bareng sekedar merenungi masa depan dan cita-cita kita.
Akhirnya, Jum’at pagi tgl 30 Mei 2008 beliau akan Take Off dari Cai- Cairo dan landing di CGK- Jakarta. Em.. ada g yaa ntar yg ngangis saat kepulangan beliau, bukannya fans dia banyak.. lihat ajah nanti…(bersambung)