Ternyata memang benar, kemaren pada hari Kamis malam ( 29/05/08 ) benar-benar menjadi suasana yang susah dilupakan bagi mas Aziz, ketika semua kawan-kawan dekatnya berkumpul dan menyampaikan salam perpisahan, terlihat wajah sendu yang tidak bisa di bohongi.
Hilir mudik kawan-kawan Mas Aziz dan Mbak Maya mulai berdatangan ke Griya Jateng sejak abis maghrib, hingga pukul 01.00 tengah malam, suasana masih hangat dan ramai meski sudah tidak seramai saat maghrib tadi. Aku sendiri sudah sejak siang berada disana sekedar membantu ini dan itu bersama Maria.
Puncaknya, yang sempat terdengar tangisan sendu adalah saat kawan-kawan putri berkumpul dan menyampaikan sepatah dua patah kata perpisahan, terdenagar sama-samar suara tangis yang tidak tertahankan, entah air mata siapa yang rela mengalir pada malam itu?.
Pagi keesokannya, Jum’at ( 30/05/08 ) benar-benar menjadi hari terahir bagi tokoh yang tidak asing ditelinga keluarga besar PCINU Mesir dan KSW, sebab hari itu Mas Aziz benar-benar akan meninggalkan Kairo untuk waktu yang belum terbatas.
Bersalaman dan berpelukan terahir dengan kawan-kawan dekat hinggal lambaian tangan menghantarkan kepergian mas aziz menuju Air Port. Di airpot menjadi puncak terahir salam perpisahan dengan kawan-kawan dekat beliau, ada yang sedih, ada yang menahan tangis dan expresi yang susah digambarkan terlihat dari wajah mereka, justru saya yang bingung waktu itu, sebab saya kok tidak berexpresi lain sama sekali, saya terlihat biasa dan solah-olah mas Aziz hanya pergi ke keluar kota… ah aneh memang, tapi begitulah saya. heheheh
“Ok, sampai ketemu di Jepara esok bos..!!” itulah kata terahirq.